Wabah Virus Corona (Covid-19) membuat bisnis rental mobil di Indonesia luluh lantak. Hal ini disebabkan upaya pencegahan dengan membatasi kegiatan diluar rumah. Biarpun omset menurun yang penting Corona berlalu.
Penerapan PSBB Kota Depok sangat lah bagus untuk keselamatan masyarakat di Depok. Dan beberapa kota sudah memulai PSBB dengan berlakunya pembatasan. Hal ini sangatlah baik untuk mencegah penyebaran covid-19.
Beberapa titik check point untuk memeriksa pengendara mobil dan motor di seluruh perbatasan Wilayah Kota Depok dengan Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan. aktivitas pengamanan PSBB melibatkan gabungan unsur Polres Metro Depok, TNI dan Kodim Depok, Dishub Depok, Satpol PP Depok, Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan Kota Depok, dan Dinas Kesehatan Kota Depok. Kegiatan pemeriksaan check point rencananya akan dilakukan sesuai ketentuan PSBB, dari 15 April hingga 28 April 2020. (Dikutip dari Kompas.com dengan judul "Ini 20 Titik Lokasi Check Point PSBB di Depok, Wajib Taati Aturannya", https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/15/100307715/ini-20-titik-lokasi-check-point-psbb-di-depok-wajib-taati-aturannya).
Berikut ini 20 check point PSBB di Kota Depok:
I. Wilayah Timur:
1. Simpang tiga Bulak Sereh /depan Popki /simpang Balat.
2. Simpang tiga Cilodong
3. Perum Kinasih
4. Golf Emeralda
5. Jalan Raya Bogor/Simpang PAL
II. Wilayah Tengah:
6. Kampung sawah/simpang tiga Pondok Rajeg
7. Hek
8. Jalan RA Kartini
9. Jalan Abdul Rahman Hakim
10. Jalan Juanda-Margonda/pos pantau
11. Jalan Margonda UI
12. Amaliah
13. TPU Tanah Baru/sebelah utara simpang empat Gong Bolong
14. Kukusan
15. Brigif
16. Simpang empat Gandul
17. Simpang empat RS Cinere/Siloam
18. Lereng/sebelah selatan Polsek Limo
III Wilayah Barat:
19. Perbatasan Parung-Depok (Jl Raya Parung Ciputat ujung selatan)
20. Batas (simpang tiga Jl.Raya Parung Ciputat, Jalan Raya Abdul Wahab)
Diharapkan masyarakat Depok dapat mematuhi ketentuan yang berlaku saat PSBB berlaku. Karena dengan kepatuhan kita, semoga penyebaran Virus Corona (Covid-19) dapat diatasi.
Dengan habisnya wabah pandemi Covid-19 ini tentunya omset bisnis kita akan naik karena tidak ada lagi pembatasan sosial di masyarakat.
Menyewakan Mobil Terbaik Untuk Konsumen Dari Dan Menuju Kota Depok
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 April 2020
PSBB Mantap, Covid-19 Habis, Omset Naik
Jumat, 21 November 2014
KOTA DEPOK Anggaran Perbaikan 26 Situ Rp4,6 Miliar
DPRD Kota Depok meminta Pemerintah Kota Depok untuk membenahi 26 situ dan taman hutan raya (tahura). Dua hal itu, jika dikelola dengan baik, mampu mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata air.
Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Zeni Faizah mengatakan untuk meningkatkan potensi wisata Depok, diperlukan alokasi anggaran tersendiri. Pihaknya akan mengajukan anggaran untuk pembuatan atau pembenahan tahura Rp4,6 miliar.
Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Zeni Faizah mengatakan untuk meningkatkan potensi wisata Depok, diperlukan alokasi anggaran tersendiri. Pihaknya akan mengajukan anggaran untuk pembuatan atau pembenahan tahura Rp4,6 miliar.
Senin, 20 Oktober 2014
DPRD Segera Panggil Wali Kota Depok
DALAM waktu dekat DPRD Kota Depok akan mengundang Wali Kota Nurmahmudi Ismail dan Sekretaris Daerah Ety Suryahati terkait kasus tukar guling terminal di Jalan Margonda seluas 26.284 m2 senilai Rp115 miliar. Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim mengatakan tukar guling lahan terminal tipe B itu melanggar ketentuan karena tanpa persetujuan presiden. “Berdasarkan aturan, jika nilai tukar gulingnya di atas Rp10 miliar, harus melalui persetujuan presiden. Ini tukar gulingnya Rp115 miliar,“ katanya, kemarin.
Senin, 13 Oktober 2014
Atur Konsumsi BBM demi Ciutkan Subsidi
MAYORITAS masyarakat masih meyakini negeri ini kaya minyak bumi. Akibatnya di saat cadangan dan produksi menurun, rakyat tetap boros mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
“Cadangan minyak Indonesia hanya 3,7 miliar barel dibandingkan Venezuela yang 300 miliar barel, 90 kali lipat kita atau Arab Saudi yang 260 miliar barel,“ ujar Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Jakarta, Sabtu (11/10).
Cadangan minyak itu tidak sebanding dengan populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. “Rakyat Venezuela hanya 40 juta jiwa dan Arab Saudi 25 juta.“
“Cadangan minyak Indonesia hanya 3,7 miliar barel dibandingkan Venezuela yang 300 miliar barel, 90 kali lipat kita atau Arab Saudi yang 260 miliar barel,“ ujar Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Jakarta, Sabtu (11/10).
Cadangan minyak itu tidak sebanding dengan populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. “Rakyat Venezuela hanya 40 juta jiwa dan Arab Saudi 25 juta.“
Langganan:
Postingan (Atom)